Rabu, 18 November 2009

Ayam hibrida

JENIS PJEENYAKIT AYAM DAN PENCEGAHANNYA

Dalam banyak kasus ayam tidak terlepas dari serangan penyakit. Ayam akan terserang penyakit jika kondisi lingkungan buruk dan ketahanan fisiknya merosot, kondisi lingkungan tidak mendukung atau kualitas dan kuantitas pakan kurang.
Penyebab penyakit pada ayam bisa diakibatkan oleh virus ( cacar, tetelo, gumboro, mareks) Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus sebagian besar menimbulkan kematian dan kesakitan yang tinggi bahkan menimbulkan kematian sampai 100 %, sayangnya, penyakit-penyakit tersebut tidak bisa ditanggulangi hanya dengan pemberian obat, tetapi dapat di cegah kejadiannya dengan melakukan vaksinasi yang besar.

A. TETELO

Tetelo atau pes, sampar, cekak, Newcastle Disease ( ND ) atau pseudo vogel-pest dapat menyerah ayam segala umur, selain menghambat produksi, gangguan penyakit ini juga bisa mematikan ternak. Tetelo muncul setelah ayam mengalami komplikasi dengan penyakit lain atau kondisi ayam lemah maka mudah terjangkit tetelo, jika tetelo ganas ayam dalam satu kandang bisa habis dalam beberapa hari.

1. Gejala
Ayam yang sakit terkena tetelo menunjukan gejala sbb:
a. Sulit bernafas
b. Batuk-batuk
c. Bersinlesu
d. Mata mengantuk
e. Sayap terkulai ke bawah
f. Tidak aktif bergerak
g. Jengger tampak biru kehitaman
h. Tinja encer, hijau, dan kadang-kadang mengandung darah
i. Tanda paling spesifik
j. Leher ayam seperti terpelintir dengan kepala terangkat ke atas

2. Penyebab

Tetelo sangat menular menyebabkan virus My xo virus Multivormis. Penyakit ini menyerang terutama pada pergantian musim ( pancaroba ) dan kotak langsung dengan ayam sakit melalui udara atau binatang pembawa ( carrier )
Pencegahan
Tetelo dapat dicegah melalui vaksinasi, vaksinasi ini diberikan kepada ayam yang sehat. Ayam yang benar-benar sakit terkena tetelo harus dimusnahkan agar tidak menjadi sumber penularan bagi ayam lain yang sehat.
Umur 1 hari sampai 1 bulan ayam dapat divaksinasi menggunakan baksin ND aktif atau vaksin ND strain F yang diteteskan ke mata. Umur 1 bulan sampai 3 bulan menggunakan vaksin ND inaktif atau vaksin ND strain K yang disuntikkan secara untra muscular, umur di atas 3 bulan menggunakan vaksin gabungan ND IB inaktif secara intramuscular paling lambat 2 jam setelah dilarutkan, vaksin harus habis digunakan.
Vaksin aktif mengandung bibit penyakit hidup, tetapi sifatnya tidak terlalu ganas bagi ayam masa kekebalan ayam yang di vaksin inaktif mengandung virus yang sudah dimatikan oleh obat tertentu masa kekebalan ayam yang divaksin adalah 2 bulan.
Pemakanan vaksin ND strain lasota tidak dianjurkan untuk vaksinasi pertama pada daerah tingkat keganasan penyakit ND sedang ( karena bersifat terlalu kuat untuk ayam sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan relaksi vaksinasi yang berat pada anak ayam ). Namun pada tingkat keganasan penyakit ND sangat tinggi atau jika menggunakan vaksin ND Strain Hitcher B1 kekebalan yang dihasilkan masih dapat tertembus penyakit ND maka vaksin ND pertama dengan la sota boleh dianjurkan.
Menyelusuri Penyakit kegagalan Vaksin ND.
Serangan ND dini ( <> 28 hari Virus ganas lambat masuk.
Petugas kadang kurang training dan pengalaman.
Kurang sering pengambilan sampel darah untuk pengecekan titer
antibodi.
Semua penyebab serangan ND dini.

B. GUMBORO

Gumboro alias Infectious Bursal Disease menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama bagian bursa Fabrakis dan thymus kedua bagian ini merupakan benteng pertahanan ayam dari kerusakan parah yang timbul adalah tidak terbentuknya antibodi sesudah vaksin.
Gumoro tidak menimbulkan kematian secara langsung tetapi infeksi sekunder sesudahnya mengakibatkan banyak kematian.
Secara umum gumboro terbagi menjadi dua, yaitu:
Gumboro klinik
Gumboro subklonik
Gumborna klinik menyerang anak ayam umur 3 – 7 minggu, kerusakan sistem kekebalan hanya bersifat sementara ( 2 – 3 minggu ).
Gumboro Subklonik tidak terditeksi umumnya menyerang anak ayam umur 0 -21 hari, sifat kekebalan hilang secara permanent.

a. Gejala

Ayam sakit terkena gumboro menunjukkan gejala sbb:
1. Gejala diare berlendir
2. Nafsu makan dan minum menurun
3. Badan gemeter, sukar sendiri
4. Bulu disekitar anus kotor.
5. Perilakunya suka mematuk disekitar kloaka akibat peradangan bursa fabrikus yang 6. terletak di atas dubur.

b. Penyebab

Penyebab gumboro adalah virus IBD ( Infection Bursal Disease ) yang merupakan golongan red virus dan mempunyai struktur RNA.
Dalam tubuh ayam virus ini bertahan hidup lebih 3 bulan dan setelah itu masih bersifat infektif.

c. Pencegahan dan pengobatan

Penyakit gumboro tak bisa diobati, tetapi terdapat penyakit sekunder bisa dilakukan pengobatan dengan antibiotik seperti Sulfonamidus atau Nitrofurans.
Pencegahannya dengan cara sanitasi kadang dan vaksinasi pada umur 1 hari. Ayam divaksinasi dengan vaksin gumboro gabungan ( aktif dan inaktif ). Vaksin berikutnya pada umur 21 hari, 6 minggu dan 10 minggu dengan vaksin gumboro aktif ( Gumboro CT ). Kalau perlu diulangi pada umur 40 minggu dengan gumboro inaktif secara intramuskular.



C. BATUK DARAH

Ayam umur 14 minggu atau lebih sangat rentan terhadap penyakit batuk darah alias Infectious Laryngotracheitis.

1. Gejala:

Ayam yang sakit menunjukkan
Gejala mata berair
Malas bergerak
Lender bercampur darah melekat pada rongga mulut dan tenggorokan.
Ayam sulit bernafas.
Sering batuk.
Paruh dan bulu terlihat percikan darah.
Ayam sakit mati karena saluran tenggorokan tersumbat.

2. Penyebab

Penyebabnya virus herpes, yaitu terpen avium. Ayam yang terkena sebaiknya dimusnahkan.

3. Pencegahan

Penyakit batuk darah dapat dicegah lewat vaksinasi. Jenis vaksin yang dapat digunakan antara lain Modifien LT Vaccine ( diteteskan pada mata ). Cloareal type vaccine ( digosokkan pada bibir atas kloaka ). Dan laryngo-vac nabilis ( produksi Intervet ). Vaksinasi dilakukan 2 – 3 bulan sebelum ayam bertelur.

D. BRONKITIS

Penyakit Bronkhitis alias Infectious Bronkhitis menyerang anak ayam di bawah umur 6 minggu. Angka kematian bisa mencapai 60 %. Pada ayam dewasa, angka kematian hampir tak ada.

1. Gejala

Penyakit ini menyerang alat pernafasan. Penularan terjadi melalui udara tercemar dari ayam penderita ayam terserang menunjukan gejala sakit setelah 48 jam terinfeksi. Gejala batuk, bersin, sesak nafas, ngantuk, mengeluarkan lendir dari hidung dan mata, nafsu makan dan minum menurun.

2. Penyebab

Penyebab penyakit virus golongan corona.

3. Pencegahan

Penyakit bronchitis dapat dicegah lewat vaksinasi. Jenis vaksin yang dapat digunakan adalah vaksin galur Massachusetts dan Connecticut, yang dapat diberikan lewat tetes mata atau hidung, bisa juga melalui air minum.
Kalau menggunakan vaksin LB Aktif ( Bioral H-120 ). Vaksin dilakukan pada umur 7 hari, 30 hari, dan 10 minggu dengan cara tetes mata. Selanjutnya pemberian vaksin dilanjutkan umur 18 minggu dengan vaksin ND-LB inaktif.


Marek

Marek alias Leukosis Akuta banyak menyerang anak ayam umur 3 – 4 minggu, terutama pada ayam komersial. Ayam umur 8 – 9 minggu juga rawan terserang marek. Penularannya bisa melalui debu kandang, kotor, litter, dan peralatan kandang.

BANJAR ASRI COLECION 2007Ayam buras atau ayam kampung, merupakan salah satu sumber daya pertanian yang telah lama kita miliki. Hampir disetiap desa di seluruh Indonesia, penduduknya telah mengenal ayam buras. Mulai dari Petani yang kaya hingga petani kecil dengan cara pemeliharaan yang berbeda-beda. Faktor yang terpenting pada usaha pemeliharaan ayam buras adalah pakan. Hampir 60-80% dari komponen Maya produksi perlu dipatok untuk pengadaan pakan ini. Biaya pakan ini bisa kita tekan dengan cara menggunakan bahan pakan yang berharga lebih mewah namun mempunyai nilai gizi sama/lebih dengan pakan ternak
yang telah ada sebelumnya. Salah satu upaya kearah ini adalah dengan menyusun sendiri ransum pakan ternak dengan menggunakan bahan yang ada disekitar kita. Dalam rangka dapat mempertahankan produksi serta mendatangkan keuntungan bagi ternak di daerah Papua, LPTP Koya Barat Irian Jaya telah merekomendasikan ransum pakan ternak seperti tertera dibawah ini.

BAHAN MAKAN UNTUK PAKAN
Agar diperoleh pakan ternak yang bermutu dan tersedia setiap saat, perlu dicarikan bahan makanan yang balk dari sumber nabati, hewani dan limbah pertanian seperti:
a. Jagung; dedak halus; ampas kelapa; ubi kayu; beras mentah/gabah; dll. (sumber nabati).
b. Kacang hijau; kedelai; bungkil kalapa; bungkil kedelai; ampas tahu; dll. (sumber protein).
c. Tepung ikan; bekicot; cacing tanah; ulat; kumbang, dll (makanan asal hewan).
d. Tepung tulang; tepung karang (bahan mineral);
e. Daun lamtoro; daun turi; daun kangkung; rumput alam; daun ubi kayu, daun bayam, dll ( bahan asal hijauan ).

BEBERAPA FORMULA PAKAN AYAM BURAS
Formula pakan yang diberikan peternak beraneka ragam, dan pemberiannyapun disesuaikan dengan ketersediaan bahan makanan pada daerah tempat tinggalnya.
Berikut disajikan 2 buah Rakitan Paket Teknologi Pembuatan Pakan Ternak Ayam Buras, yang direkomendasikan oleh LPTP Koya Barat dalam rangka peningkatan roduksi ayam buras, melalui perbaikan pakan yang tersedia dilokasi.
a. Formula pakan ayam buras LPTP Koya Barat (Tepung Gamal)
1. Jagung : 35 % ;
2. Kedelai : 20 % ;
3. Bekatul : 30 % ;
4. Tepung ikan : 10 % ;
5. Tepung gamal : 3 % ;
6. Kapur : 1 % ;
7. Minyak kelapa : 1 % ;
- Daun gamal dikeringkan, dihancurkan, digiling, dicampur dengan bahan ransum sesuai komposisi.
- Biaya pakan : Rp. 2.400 / kg
- Konsumsi ransum optimal 58,47 gr/ekor/hari
- Konservasi ransum : 3,54 gr/ekr/hari
- Umur anakan ayam 10 -60 hari
- Sistem pemeliharaan intensif
- Skala minimal 100 - 150 ekor
- Penambahan bobot badan 16.52 gr/ekor/hari
- R/C : 2,35

b. Komponen Paket Teknologi Ampas Sagu, oleh LPT Koya Barat
1. Jagung : 65 % ;
2. Bungkil Kedelai : 24 % ;
3. Tepung ikan : 5 % ;
4. Ampas sagu : 5 % ;
5. Kapur : 0.5 % ;
6. Minyak kelapa : 0.5 % ;
- Limbah sagu dikeringkan, digiling, dicampur merata dengan pakan sesuai

komposisi.
- Biaya pakan Rp. 2.400/kg
- Konsumsi ransum optimal 56.01 gr/ekor/hari
- Konversi ransum : 3,9 gr/ekor/hari
- Umur anakan ayam : 10 - 60 hari
- Sistem pemeliharaan, serta skala minimalnya seperti pada butir a diatas
- Pertambahan bobot badan : 14,34 gr/ekor/hari, dengan R/C = 1 : 6

CARA PEMBERIAN PAKAN
Pemberian pakan ayam buras yang perlu diperhatikan adalah menghindari pakan berhamburan dari wadahnya, dengan cara mengisinya hanya separoh hingga 2/3 bagian kedalam tempat makanan yang diberikan. Dapat juga pakan dicampur sedikit air hingga membentuk bubur. Pakan diberikan minimal 2 kali sehari yaitu pada pagi hari dan petang hari, air minum perlu disediakan secara tidak terbatas.
___



PEMBUATAN PAKAN AYAM BURAS

Ayam buras atau ayam kampung, merupakan salah satu sumber daya pertanian yang telah lama kita miliki. Hampir disetiap desa di seluruh Indonesia, penduduknya telah mengenal ayam buras. Mulai dari Petani yang kaya hingga petani kecil dengan cara pemeliharaan yang berbeda-beda. Faktor yang terpenting pada usaha pemeliharaan ayam buras adalah pakan. Hampir 60-80% dari komponen Maya produksi perlu dipatok untuk pengadaan pakan ini. Biaya pakan ini bisa kita tekan dengan cara menggunakan bahan pakan yang berharga lebih mewah namun mempunyai nilai gizi sama/lebih dengan pakan ternak
yang telah ada sebelumnya. Salah satu upaya kearah ini adalah dengan menyusun sendiri ransum pakan ternak dengan menggunakan bahan yang ada disekitar kita. Dalam rangka dapat mempertahankan produksi serta mendatangkan keuntungan bagi ternak di daerah Papua, LPTP Koya Barat Irian Jaya telah merekomendasikan ransum pakan ternak seperti tertera dibawah ini.

BAHAN MAKAN UNTUK PAKAN
Agar diperoleh pakan ternak yang bermutu dan tersedia setiap saat, perlu dicarikan bahan makanan yang balk dari sumber nabati, hewani dan limbah pertanian seperti:
a. Jagung; dedak halus; ampas kelapa; ubi kayu; beras mentah/gabah; dll. (sumber nabati).
b. Kacang hijau; kedelai; bungkil kalapa; bungkil kedelai; ampas tahu; dll. (sumber protein).
c. Tepung ikan; bekicot; cacing tanah; ulat; kumbang, dll (makanan asal hewan).
d. Tepung tulang; tepung karang (bahan mineral);
e. Daun lamtoro; daun turi; daun kangkung; rumput alam; daun ubi kayu, daun bayam, dll ( bahan asal hijauan ).

BEBERAPA FORMULA PAKAN AYAM BURAS
Formula pakan yang diberikan peternak beraneka ragam, dan pemberiannyapun disesuaikan dengan ketersediaan bahan makanan pada daerah tempat tinggalnya.
Berikut disajikan 2 buah Rakitan Paket Teknologi Pembuatan Pakan Ternak Ayam Buras, yang direkomendasikan oleh LPTP Koya Barat dalam rangka peningkatan roduksi ayam buras, melalui perbaikan pakan yang tersedia dilokasi.
a. Formula pakan ayam buras LPTP Koya Barat (Tepung Gamal)
1. Jagung : 35 % ;
2. Kedelai : 20 % ;
3. Bekatul : 30 % ;
4. Tepung ikan : 10 % ;
5. Tepung gamal : 3 % ;
6. Kapur : 1 % ;
7. Minyak kelapa : 1 % ;
- Daun gamal dikeringkan, dihancurkan, digiling, dicampur dengan bahan ransum sesuai komposisi.
- Biaya pakan : Rp. 2.400 / kg
- Konsumsi ransum optimal 58,47 gr/ekor/hari
- Konservasi ransum : 3,54 gr/ekr/hari
- Umur anakan ayam 10 -60 hari
- Sistem pemeliharaan intensif
- Skala minimal 100 - 150 ekor
- Penambahan bobot badan 16.52 gr/ekor/hari
- R/C : 2,35

b. Komponen Paket Teknologi Ampas Sagu, oleh LPT Koya Barat
1. Jagung : 65 % ;
2. Bungkil Kedelai : 24 % ;
3. Tepung ikan : 5 % ;
4. Ampas sagu : 5 % ;
5. Kapur : 0.5 % ;
6. Minyak kelapa : 0.5 % ;
- Limbah sagu dikeringkan, digiling, dicampur merata dengan pakan sesuai

komposisi.
- Biaya pakan Rp. 2.400/kg
- Konsumsi ransum optimal 56.01 gr/ekor/hari
- Konversi ransum : 3,9 gr/ekor/hari
- Umur anakan ayam : 10 - 60 hari
- Sistem pemeliharaan, serta skala minimalnya seperti pada butir a diatas
- Pertambahan bobot badan : 14,34 gr/ekor/hari, dengan R/C = 1 : 6

CARA PEMBERIAN PAKAN
Pemberian pakan ayam buras yang perlu diperhatikan adalah menghindari pakan berhamburan dari wadahnya, dengan cara mengisinya hanya separoh hingga 2/3 bagian kedalam tempat makanan yang diberikan. Dapat juga pakan dicampur sedikit air hingga membentuk bubur. Pakan diberikan minimal 2 kali sehari yaitu pada pagi hari dan petang hari, air minum perlu disediakan secara tidak terbatas.

Sabtu, 24 Oktober 2009

PUAP

P U A P
Pengembangan usaha Agribisnis Perdesaan, bertujuan untuk meningkatkan modal dan pendapatan para petani, memaerdayakan GAPOKTAN. Desa Wonosri merupakan salh satu desa yg mendapat dana PUAP tsb, rencananya dana tsb akan digunakan sebagai modal LKM, mengacu pada RUB yang tlh diajukan dana tsb akan dipinjamkan pada para petani, Untuk mengembangkan usaha AGRIBISNIS mereka. Dari RUK yang masuk di GAPOKTAN SARI ASIH Ds wonosari, banyak petani yang mengajukan pinjaman untuk modal pengolahan hasil, pembelian pupuk,pengembangan ternak terutama ayam dan bebek.
Rencananya uang tsb akan dipinjamkan kepada anggota GAPOKTAN SARI ASIH dengan persyaratan yg nantinya tidak memberatkan para petani itu sendiri. Ditemui di sela-sela aktifitasnya ketua gapoktan sari asih, LKM tsb akan di pusatkan di dukuh Banjarwaru ds Wonosari karena dukuh tsb diyakini akan mampu mengelola dan mengembangkan dana PUAP tsb. Tanggal 19-23 okt kemarin dua pengurus Gapoktan SARI ASIH telah dilath dalam memenej dana tsb. Dua orang tsb adalah 1 Nikmaropik(Bendahara) 2 Inayati Aina (UPG). Banyak dari Gapoktan lain pesimis bisa mengembangkan dana tsb,lain halnya dengan Gapoktan SARI ASIH mereka Optimis dana tsb akan berkembang dan akan menjadi ujung tombak pengembangan usaha agribisnis di desa Wonosari. Dan saya yakin GAPOKTAN SARI ASIH akan menjadi contoh bagi gapoktan lainya.

Jumat, 02 Oktober 2009

Peran BP3K

PERAN BP3K Bagi kelompok tani
Dalam perkembanganya kelompok tani BANJAR ASRI dk Banjarwru, tidak bs lepas dari peran BP3K kec Bawang, terutama yg berhubungan dg program kelompok. Dukungan dan motivasi dari para PPL yg selalu membuat kami bisa terus berkembang. Dan bangganya lagi setiap kami mengadakan program merka selalu mendukung terutama Bpk SAKIJAN sp, KADARYONO spi, SUTOYO sp, yg selalu stia mendampingi kami. Untuk itu kami atas nama Kelompok tani BANJAR ASRI Dk Banjarwaru Ds Wonosari mengucapkan Terima kasih kepada pihak Bp3k kec Bawang (wong tani merdeka)
struktur organisasi kelompok tani "BANJAR ASRI"
Ketua : 1 A. said
: 2 Yahya
Skrtrs : 1 A labib spd
:2 Nurkholis amd
Bendhr :1 Kholidin
:2 S Hasanudin
s sprtn : munajad
s Sdm : jamhari
s permo : hisyam
s pemas : maptuka
pps : Nikmaropik

Sabtu, 19 September 2009

Kelompok tani banjar asri

Kelompok tani BANJAR ASRI Dk Banjarwaru ds wonosari kec Bawang Kab Batang. dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi pertanian, kini kami mengembangkan perpustakaan masyarakat, didalamnya trdapat buku2 pertanian dan lainya. dari buku2 tsb maka kami harapkan ada pengembangan pola pikir para petani hususnya di dukuh Banjarwru. untuk itu kami senantiasa mencari buku2 tambahan dari pihak terkait. Kalau ada yg minat untuk menyumbangkan buku bisa hub 081391824231 atau lwt email ropik.nikma@gmail.com.

Minggu, 28 Juni 2009

Puncak merbabu

PUNCAK MERBABU
pengalaman 2th silam tepatnya tgl 16-17 peb 2007 waktu itu kami 2orang brgkt muncak gunung MERBABU, dari ds terahir kami mulai naik pukul 15.30. Keluar dr dsa wlau hujan kami istirahat dirumah kecil ukuran 2*2m tb2 bulu kuduku brdri, stlh kami lihat kdalam ternyata kuburan, btapa terkejutnya kami dan ahrnya kami nekat menembus hujan dg brmodalkan mantel plastik murahan. Dg hujan yg masih memgguyur kami terus naik. Sampai dpos dua ternyata banyak anak2 PA yang sedang istiraht. Dan untunglah ternyata dsitu ad warung dadakan kami tak menyangka ada warung diketinggian segitu. Kami solat, beli makanan dstu, dg disuguhi atraksi kera hutan yg brgelantungan. Selaesai makan kami berkemas setelah melihat ad rombongan yang mulai naik, kami sengaja mengkuti krna kmi blm thu jalur pedakian merbabu, kami terus brjalan sampe dpos 3 kami trkejut karena rombongan yang kami ikuti tdak kelihatan lg tpi kami yakin mereka past mau ngekamp di puncak. Perjalanan smakin menantang karena senter yang kami bawa tiba2 mati, balon senter camangan ada 4 tp entah ap yp terjadi semuanya mati ahirnya kami nekad walaupun hanya dg modal lampu cadangan yang kt miliki (lampu minyak tanah/badai) terus berjalan, tiba2 kami kaget dan takut krna ad suara gemurh seperti longsor atau gunung mletus.Tak terlintas dalam pikiran kami kalau suara itu adalah suara kera dg jumlah banyak, yg lari setelah melihat kedatangan kami brdua. Perjalananpun kami lanjutkan.Dengan hanya dtmani lampu bdai kami terus menembus kegelapan, dalam perjalanan saya merasakan ketakutan yang hebt, betapa tidak, bau busuk bangkai terus mengikuti spanjang perjalanan. Pas melewati jembatan setan(sebutan) kami smakin takut. BERSAMBUNg....!

Sabtu, 27 Juni 2009

Slondok

SLONDOK Adalah sejenis kerupuk yng terbuat dari singkong (ketela pohon) murni tnpa bahan tambahan lain, rasanya tak kalah dengan kerupuk pabrikan lain, walaupun hanya berbahan singkong. Dalam program FEATI up FMA ds Wonosari Kec Bawang Kab Batang. Mengadakan peltihan pembuatan slondok Dengan narasunber dari Ds semurarum kec Grabag magelang. Kegiatan tsb dilaksankan selama 2 hari. Jumlah peserta 25 org sebagian besar adlah nggotb kelompok tani Banjarasri &didomínasi oleh pemuda tani. Biaya kegiatan tsb sebagian besar dari proyek P3TIP dan swadaya kelompok tani banjarasri. Kegiatan tsb menghabiskan dana 3.882.500 SLONDOK Adalah sejenis kerupuk yng terbuat dari singkong (ketela pohon) murni tnpa bahan tambahan lain, rasanya tak kalah dengan kerupuk pabrikan lain, walaupun hanya berbahan singkong. Dalam program FEATI up FMA ds Wonosari Kec Bawang Kab Batang. Mengadakan peltihan pembuatan slondok Dengan narasunber dari Ds semurarum kec Grabag magelang. Kegiatan tsb dilaksankan selama 2 hari. Jumlah peserta 25 org sebagian besar adlah nggotb kelompok tani Banjarasri &didomínasi oleh pemuda tani. Biaya kegiatan tsb sebagian besar dari proyek P3TIP dan swadaya kelompok tani banjarasri. Kegiatan tsb menghabiskan dana 3.882.500