PUNCAK MERBABU
pengalaman 2th silam tepatnya tgl 16-17 peb 2007 waktu itu kami 2orang brgkt muncak gunung MERBABU, dari ds terahir kami mulai naik pukul 15.30. Keluar dr dsa wlau hujan kami istirahat dirumah kecil ukuran 2*2m tb2 bulu kuduku brdri, stlh kami lihat kdalam ternyata kuburan, btapa terkejutnya kami dan ahrnya kami nekat menembus hujan dg brmodalkan mantel plastik murahan. Dg hujan yg masih memgguyur kami terus naik. Sampai dpos dua ternyata banyak anak2 PA yang sedang istiraht. Dan untunglah ternyata dsitu ad warung dadakan kami tak menyangka ada warung diketinggian segitu. Kami solat, beli makanan dstu, dg disuguhi atraksi kera hutan yg brgelantungan. Selaesai makan kami berkemas setelah melihat ad rombongan yang mulai naik, kami sengaja mengkuti krna kmi blm thu jalur pedakian merbabu, kami terus brjalan sampe dpos 3 kami trkejut karena rombongan yang kami ikuti tdak kelihatan lg tpi kami yakin mereka past mau ngekamp di puncak. Perjalanan smakin menantang karena senter yang kami bawa tiba2 mati, balon senter camangan ada 4 tp entah ap yp terjadi semuanya mati ahirnya kami nekad walaupun hanya dg modal lampu cadangan yang kt miliki (lampu minyak tanah/badai) terus berjalan, tiba2 kami kaget dan takut krna ad suara gemurh seperti longsor atau gunung mletus.Tak terlintas dalam pikiran kami kalau suara itu adalah suara kera dg jumlah banyak, yg lari setelah melihat kedatangan kami brdua. Perjalananpun kami lanjutkan.Dengan hanya dtmani lampu bdai kami terus menembus kegelapan, dalam perjalanan saya merasakan ketakutan yang hebt, betapa tidak, bau busuk bangkai terus mengikuti spanjang perjalanan. Pas melewati jembatan setan(sebutan) kami smakin takut. BERSAMBUNg....!
Minggu, 28 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar